Di Indonesia, penggunaan wireless sangat sesuai dilaksanakan karena adegan pembangunannya mudah, cepat, dan investasi awal tidak terlalu besar.
Beberapa kelebihan WiMAX, yaitu kemampuan mentransfer data hingga 75 Mps, penggunaan modulasi OFDM untuk mengatasi kondisi Non Line Of Sight (NLOS), serta kemampuan interoperability. Selama ini teknologi yang digunakan masih mengharuskan kondisi Line of Sight (LOS) dan bersifat proprietary. Memiliki perancangan jaringan relatif sederhana karena hanya berdasarkan kondisi bebas pandang antara base station (BS) dan subscriber station (SS). Dapat diatasi dengan, disain jaringan WiMAX yang lebih rumit, menyerupai perancangan cell pada sistem selular.
Manfaat WIMAX untuk meningkatkan nilai kompetitif bisnis, meningkatkan perkembangan perusahaan TI, mendorong implementasi e-government dan e-commerce, mendorong implementasi tele-working, tele-conferencing, tele-education, dan tele-medicine, mendorong implementasi untuk kegiatan hiburan dan promosi wisata, pemerataan akses data dan membuka peluang bisnis layanan dan konten baru.
Saat ini pemerintah lebih memilih mengalokasikan pita frekuensi 2,3 GHz yang akan dilelang untuk penerapan WiMAX di Indonesia. Pita selabar 100 MHz ini memang relatif paling kosong dibandingkan dengan spektrum lainnya. Sedangkan pada pita frekuensi 2,5 GHz, masih terdapat microwave link, BWA, dan juga masih digunakan untuk sistem komunikasi satelit penyiaran digital oleh Cakrawarta (Indovision) dengan cakupan nasional.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment